Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Design:
dollresed

Powered by Blogger

news

Sunday, February 13, 2011

Pentingkah Pengalaman Seks?

pengalaman-seksPasti diantara sebagian pembaca cewek dan cowok ada yang sudah beberapa kali melakukan hubungan intim sebelum menikah atau ada pembaca cewek dan cowok yang pernah menikah lalu bercerai dan menikah lagi. Sudah pasti kalian punya pengalaman di atas ranjang segudang dong. Mungkin ada pembaca cewek dan cowok semasa masih pacaran sudah melakukan hubungan intim dengan gonta-ganti pacar atau dengan pasangan tetapnya, apalagi bagi yang sudah pernah menikah pasti punya pengalaman di atas ranjang yang mengasyikan dong, karena pernah beberapa tahun satu ranjang dengan suami atau istrinya jadi punya pengalaman selama itu.
Bagi yang sudah pernah melakukan hubungan intim dan punya pengalaman bercinta, kemudian suatu saat bertemu seseorang dan memutuskan menikah atau hidup bersama, dan ternyata si dia tidak memiliki pengalaman di atas ranjang sama sekali, bagaimana reaksi kita? Senang atau malah BeTe ketika kita bercinta dengannya? Dia tidak punya pengalaman bercinta sebab dia memang  belum pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun.
Dan disaat kita ingin bercinta dengannya, ketika kita sedang mencumbunya agar dia bereaksi dan menyerang balik karena sentuhan-sentuhan kita kebagian-bagian sensitive-nya, dia pun masih malu-malu untuk bereaksi membalas cumbuan kita. Akhirnya dia bertanya terus kepada kita harus bagaimana saking bingungnya, terpaksa kita pun membimbingnya harus begini, harus begitu, ketika bercinta dengannya.
Dan bagaimana reaksi kita jika bertemu dengan seseorang yang sudah berpengalaman diatas ranjang lalu memutuskan untuk menikah atau hidup bersama dengan orang yang kita cintai itu. Kita merasa senang atau malah BeTe ketika bercinta dengannya? Karena dia berpengalaman pasti kita berfikir berarti dia sudah sering dong melakukan hubungan intim dengan seseorang sebelum dengan kita? Kita pun saat bercinta dengannya tidak perlu membimbingnya harus begini, harus begitu, ketika melakukan foreplay karena kita berdua sudah sama-sama berpengalaman saat saling cumbu bertempur diatas ranjang bersamanya. Jadi antara kita dan dirinya malah bisa lebih hot, malah bisa saling memuaskan satu sama lain tanpa membuang-buang waktu dan energi untuk mengajari pasangan kita itu, bukannya begitu?
Bagi sebagian orang pengalaman diatas ranjang tidaklah penting. Toh, kita akan secara otomatis dengan sendirinya saling belajar dan menyesuaikan ketika kita berdua mulai saling sentuh saat bercinta dengan pasangan kita. Biasanya kita memulainya dengan gaya-gaya dasar terlebih dulu tentunya, malah saat pengalaman pertama itu adalah moment yang sangat mengesankan buat kita, karena itu pengalaman kita pertama kali bercinta dengannya. Semua peristiwa itu bisa bikin kita senyum-senyum sendiri jika mengingat kejadian pertama kali bercinta dengannya, karena saat itu adalah saat pertama kali kehilangan keperawanan atau keperjakaan, jadi belum berpengalaman sama sekali bukan begitu?
Tetapi bagi sebagian orang lagi pasti berpendapat pengalaman diatas ranjang itu sangat penting, apalagi kalau kita sama-sama sudah punya pengalaman bercinta sangat menyenangkan karena kita berdua bisa saling memuaskan tanpa hambatan ini-itu. Semua lancar-lancar saja malah lebih bergairah, lebih hot kalau kita berdua sudah saling berpengalaman?
Pengalaman bercinta diatas ranjang dengan setiap orang pasti beda-beda dong. Apalagi kalau kita pernah melakukan dengan lebih dari satu orang, misalkan kita sering gunta-ganti pacar atau sering kawin cerai karena bentuk tubuh seseorang dan cara setiap orang berbeda-beda ketika bercumbu dan bertempur diatas ranjang, bukan begitu?
Kita jangan selalu mengira bahwa orang yang sudah (pernah) menikah dan beberapa tahun hidup berumah tangga itu selalu punya pengalaman seks segudang. Ternyata banyak juga lho yang masih nggak tahu apa-apa, tidak berpengalaman sama sekali padahal sudah (pernah) menikah atau hidup bersama dengan pasangannya bertahun-tahun tetapi masih nggak tahu bagaimana prescription medicine caranya menyenangkan pasangannya agar bisa saling memuaskan pasangannya diatas ranjang, bingung kan?
Memang banyak juga kok yang seperti itu, masih tidak berpengalaman, masih banyak perempuan yang cuma celentang doang seperti mayat hidup sambil memejamkan matanya menerima saja saat ”senjata panjang” pasangannya sedang bereaksi di daerah sensitive-nya dan banyak juga laki-laki yang maunya langsung ”tancap” saja malas melakukan foreplay ketika berhubungan intim dengan pasangannya. Oleh karena itu masih banyak perempuan dan laki-laki yang nggak ngerti apa-apa tentang seks, biar sudah menikah bertahun-tahun, selain hanya cukup cheapest acomplia saling membuka pahanya lebar-lebar disaat bercinta.
Kebanyakan laki-laki hanya memikirkan diri sendiri agar ”senjata panjang” nya cepat mencapai ”sasaran” tanpa memikirkan pasangannya yang menjadi ”sasaran senjata panjang” nya itu! Maka dari itu banyak perempuan yang tidak tahu apa-apa karena terlalu pasrah, malu-malu atau tidak berani berkata terus terang pada pasangannya bahwa sebenarnya ingin juga dicumbu, ditoel-toel, dicium-cium, dibelai-belai, dipijit-pijit, dielus-elus dulu sebelum ”senjata panjang” pasangannya beraksi masuk ke bagian sensitive-nya.
Foreplay adalah tahap terjadinya hubungan seks yang baik dengan pasangan untuk menuju kenikmatan. Kalau kita mempunyai pasangan yang malas melakukan foreplay itu menandakan bahwa hubungan seks kita tidak baik dengan pasangan kita di atas ranjang, bukan begitu?.
Artikel dan foto dari kolomkita.detik.com

0 comments:

Post a Comment